Ntvnews.id
“Kami mendukung penghentian dini serangan satu sama lain, dan penyelesaian konflik secara diplomatik,” ujar Kabulov.
Ia juga menyatakan Rusia siap mempertimbangkan kemungkinan menyediakan layanan mediasi apabila ada permohonan resmi dari kedua negara.
Baca Juga: Zelensky Ungkap Perundingan Baru Ukraina-AS-Rusia Awal Maret
Sebelumnya, pemerintah Afghanistan mengumumkan telah melancarkan operasi militer ofensif skala besar terhadap pasukan Pakistan di sepanjang perbatasan sebagai respons atas serangan pengeboman.
Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, menyebut Pakistan melakukan serangan udara ke sejumlah wilayah di Kabul, Kandahar, dan Paktia, meskipun tidak ada laporan korban jiwa dari pihak Afghanistan.
Di sisi lain, Juru Bicara Perdana Menteri Pakistan untuk Media Asing, Mosharraf Zaidi, mengatakan korban tewas di pihak pasukan Afghanistan akibat bentrokan perbatasan meningkat menjadi 133 orang.
Baca Juga: Pakistan Kerahkan Pesawat Tempur Serang Kabul hingga Paktia di Afghanistan
Ketegangan di kawasan perbatasan kedua negara tersebut kembali memicu kekhawatiran internasional, sementara Rusia menekankan pentingnya stabilitas regional melalui dialog dan de-eskalasi.
(Sumber: Antara)
Militer Pakistan melancarkan serangan udara ke sejumlah kota besar di Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, pada Jumat, 27 Februari 2026 waktu setempat (Istimewa)