Rusia Desak Afghanistan dan Pakistan Hentikan Serangan, Dorong Jalur Diplomasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Feb 2026, 18:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Militer Pakistan melancarkan serangan udara ke sejumlah kota besar di Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, pada Jumat, 27 Februari 2026 waktu setempat Militer Pakistan melancarkan serangan udara ke sejumlah kota besar di Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, pada Jumat, 27 Februari 2026 waktu setempat (Istimewa)

Ntvnews.id

, Moskow - Rusia meminta Afghanistan dan Pakistan segera menghentikan serangan satu sama lain serta menyelesaikan perselisihan melalui jalur diplomatik. Seruan tersebut disampaikan Utusan Khusus Presiden Rusia untuk Afghanistan sekaligus Penasihat Menteri Luar Negeri, Zamir Kabulov, kepada RIA Novosti, Jumat.

“Kami mendukung penghentian dini serangan satu sama lain, dan penyelesaian konflik secara diplomatik,” ujar Kabulov.

Ia juga menyatakan Rusia siap mempertimbangkan kemungkinan menyediakan layanan mediasi apabila ada permohonan resmi dari kedua negara.

Baca Juga: Zelensky Ungkap Perundingan Baru Ukraina-AS-Rusia Awal Maret

Sebelumnya, pemerintah Afghanistan mengumumkan telah melancarkan operasi militer ofensif skala besar terhadap pasukan Pakistan di sepanjang perbatasan sebagai respons atas serangan pengeboman.

Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, menyebut Pakistan melakukan serangan udara ke sejumlah wilayah di Kabul, Kandahar, dan Paktia, meskipun tidak ada laporan korban jiwa dari pihak Afghanistan.

Di sisi lain, Juru Bicara Perdana Menteri Pakistan untuk Media Asing, Mosharraf Zaidi, mengatakan korban tewas di pihak pasukan Afghanistan akibat bentrokan perbatasan meningkat menjadi 133 orang.

Baca Juga: Pakistan Kerahkan Pesawat Tempur Serang Kabul hingga Paktia di Afghanistan

Ketegangan di kawasan perbatasan kedua negara tersebut kembali memicu kekhawatiran internasional, sementara Rusia menekankan pentingnya stabilitas regional melalui dialog dan de-eskalasi.

(Sumber: Antara)

x|close