Membangun Kepercayaan Melalui Kemitraan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Feb 2026, 17:55
thumbnail-author
Ramses Manurung
Penulis & Editor
Bagikan
Para petani bermitra dengan PT Kresna Duta Agroindo (KDA), dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) skema Sarana Produksi/Saprodi. (Istimewa) Para petani bermitra dengan PT Kresna Duta Agroindo (KDA), dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) skema Sarana Produksi/Saprodi. (Istimewa)

Ntvnews.id, Jambi - Di balik setiap tandan buah kelapa sawit terdapat kisah kerja keras, harapan, dan kepercayaan. Bagi petani seperti Umar dan Atno, bermitra dengan perusahaan perkebunan bukan sekadar urusan bisnis, melainkan jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Bagi Umar Isnadi, Ketua KUD Sidodadi di Desa Tanjung Benuang, Jambi, kelapa sawit lebih dari sekadar mata pencaharian. Ia mewakili harapan keluarganya dan ratusan anggota koperasi yang ia pimpin. Sejak tahun 2000, Umar mendedikasikan hidupnya untuk bertani kelapa sawit, menopang keluarga dan komunitas melalui kerja kerasnya.

Sejak awal, ia memilih bermitra dengan PT Kresna Duta Agroindo (KDA), menyadari banyak manfaat yang ditawarkan. Melalui kemitraan dengan PT KDA dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) skema Sarana Produksi/Saprodi, petani menerima input pertanian berkualitas tinggi seperti bibit bersertifikat, pupuk, dan alat pertanian penting. Dukungan ini memastikan praktik peremajaan yang tepat, menghasilkan panen lebih tinggi dan pengelolaan kebun yang lebih berkelanjutan. Dengan mengurangi beban finansial petani serta memberikan bimbingan teknis, program ini membantu meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan membangun kehidupan yang lebih tangguh.

Menurut Umar, menjadi petani sawit mandiri penuh tantangan. Petani selalu mencari cara untuk meningkatkan pengelolaan kebun, mulai dari perawatan tanaman, pemupukan, hingga pengolahan hasil panen. “Kalau sendiri, semuanya terasa sulit. Semua harus diurus sendiri, padahal banyak hal yang belum sepenuhnya kami pahami,” jelasnya.

Kembali Bermitra untuk Masa Depan Lebih Baik

Umar pernah bermitra dengan PT KDA melalui skema plasma. Ketika masa plasma berakhir antara 2010 hingga 2015 di berbagai lahan miliknya, ia melanjutkan usaha secara mandiri. Namun, pengalaman itu justru semakin meyakinkannya bahwa kemitraan adalah pilihan terbaik. Pada 2025, ia memutuskan kembali bergabung dengan PT KDA melalui Program PSR.

Saat mengelola kebun secara mandiri, produksinya menurun drastis. Sebelumnya, ia bisa mencapai 6–7 ton per bulan dari dua hektare lahan, namun turun menjadi hanya 2–3 ton. Penurunan ini berdampak besar pada pendapatan keluarga. “Dulu saat masih bermitra, rata-rata bisa 6–7 ton per bulan. Setelah dikelola sendiri, paling banyak hanya 2–3 ton. Pendapatan kami terpangkas setengah, itu masa yang sangat sulit,” ungkap Umar.

Bagi Umar, keputusan kembali bermitra dibangun atas dasar kepercayaan. Ia melihat bagaimana perusahaan sebelumnya mengelola operasi secara transparan dan memberikan hasil maksimal. Kepercayaan ini menjadi fondasi hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan.

Kemudahan Akses dan Dukungan Perusahaan

Program PSR yang dijalankan PT KDA memberikan berbagai bentuk dukungan, termasuk akses bibit unggul Dami Mas, pupuk beserta jadwal pemupukan, serta panduan praktik budidaya sawit berkelanjutan.

Para petani bermitra dengan PT Kresna Duta Agroindo (KDA), dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) skema Sarana Produksi/Saprodi. (Istimewa) Para petani bermitra dengan PT Kresna Duta Agroindo (KDA), dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) skema Sarana Produksi/Saprodi. (Istimewa)

Perusahaan juga membantu proses administrasi yang biasanya rumit dan memakan waktu, seperti pengumpulan sertifikat tanah, fotokopi surat kepemilikan lahan, kartu keluarga, dan KTP.

Baca juga: Indonesia Jadi Eksportir Sawit Terbesar Dunia, Serap Tenaga Kerja 19,5 Juta

Melalui PSR, petani menerima dukungan dana dari BPDP berupa hibah Rp60 juta per hektare, maksimal empat hektare per petani, untuk mendukung peremajaan sawit. Dana yang dikelola melalui kelompok tani atau koperasi ini mencakup bibit bersertifikat, persiapan lahan, pupuk, dan pelatihan teknis. Dukungan ini meringankan biaya tinggi peremajaan, membantu petani meningkatkan hasil, mengurangi utang, dan membangun kehidupan yang lebih berkelanjutan serta menguntungkan.

Bimbingan teknis, penyediaan bibit unggul, dan pupuk juga menjadi bagian penting dari kemitraan ini. Nazarudin, Koordinator PSR di PT KDA, menjelaskan bahwa perusahaan menyediakan bibit berkualitas tinggi, bantuan agronomi dari para ahli, serta jaringan kontraktor yang membantu menekan biaya peremajaan. Pembayaran pupuk ditunda hingga pohon mulai berproduksi, sehingga petani tidak terbebani di awal.

Inisiatif ini sejalan dengan ambisi keberlanjutan PT KDA sebagai bagian dari Sinar Mas Agribusiness and Food. Tujuan perusahaan yang tertuang dalam kerangka keberlanjutan Collective for Impact mencakup pelatihan bagi 100.000 petani sawit rakyat dalam praktik pertanian yang baik pada 2035.

Harapan Petani untuk Masa Depan

Kisah serupa datang dari Atno Wadi, anggota KUD Sidodadi yang telah menjadi petani sawit sejak 1960. Seiring waktu, pohonnya menua dan produktivitas menurun. Atno ingin melakukan peremajaan, dan program kemitraan PSR PT KDA hadir tepat pada waktunya. “Kami bersyukur perusahaan memberikan solusi. Bukan hanya soal pendanaan, tapi juga pelatihan dan bimbingan. Kami belajar cara bertani sawit yang benar,” kata Atno.

Bagi Atno, kemitraan ini memberikan rasa aman. Ia tidak lagi khawatir tentang penjualan hasil panen karena perusahaan menjamin harga jual sesuai regulasi yang ditetapkan Dinas Perkebunan setempat (Disbun).

Melalui program PSR, Umar, Atno, dan seluruh anggota KUD Sidodadi memiliki harapan besar. Mereka ingin mengembalikan produktivitas kebun ke tingkat sebelumnya, bahkan melampauinya.

Harapan mereka sederhana namun penting: bibit unggul yang terjamin, ketersediaan pupuk tepat waktu, dan bimbingan berkelanjutan dari para ahli agronomi.

“Kami ingin mencapai hasil maksimal, tapi juga ingin belajar dan berkembang. Dengan dukungan perusahaan, kami yakin masa depan akan lebih cerah,” tutup Umar.

x|close