Jaksa Agung Israel Panggil Netanyahu dalam Kasus Dugaan Kebocoran Dokumen Rahasia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Feb 2026, 06:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Benjamin Netanyahu Benjamin Netanyahu (The Arab News)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Jaksa Agung Israel, Gali Baharav-Miara, memutuskan untuk memanggil Perdana Menteri Benjamin Netanyahu guna memberikan kesaksian terkait penyelidikan dugaan kebocoran dokumen rahasia.

Media publik Israel, KAN, melaporkan bahwa jadwal pemeriksaan terhadap Netanyahu masih belum ditentukan.

Dilansir dari TRT World, Jumat, 27 Februari 2026, Netanyahu akan dimintai penjelasan mengenai bagaimana informasi bersifat rahasia tersebut bisa keluar dari kantornya. Perkara ini juga menyoroti dugaan bahwa Kepala Stafnya, Tzachi Braverman, berupaya menghalangi proses penyelidikan atas kebocoran dokumen ke surat kabar Jerman, Bild.

Jaksa Agung telah memberikan kewenangan kepada kepolisian untuk memanggil Netanyahu dalam kapasitasnya sebagai saksi. Sementara itu, perintah pengadilan yang melarang pengungkapan detail terkait cara dokumen tersebut diperoleh masih tetap berlaku.

Baca Juga: PM Israel Netanyahu Resmi Gabung Dewan Perdamaian

Braverman sebelumnya sempat ditahan atas dugaan menghambat penyelidikan mengenai pengalihan dokumen sensitif ke media asing. Ia dikenal sebagai tokoh kunci di lingkungan kantor perdana menteri yang bertanggung jawab atas pengelolaan dokumen penting.

Dalam penyelidikan yang sama, mantan juru bicara Netanyahu, Eli Feldstein, kembali dipanggil untuk memberikan keterangan. Dalam wawancara pada 24 Desember, ia mengaku pernah diundang ke pertemuan tertutup dan ditawari kesepakatan tertentu guna mencegah dilakukannya penyelidikan keamanan terhadap Kantor Perdana Menteri.

Berkas perkara menyebutkan bahwa pada 2024 Feldstein diduga berupaya membocorkan dokumen rahasia kepada Bild dengan tujuan memengaruhi opini publik terkait gelombang protes saat berlangsungnya negosiasi pertukaran tahanan Gaza. Ia disebut berpendapat bahwa aksi demonstrasi tersebut merugikan proses perundingan dan justru menguntungkan Hamas.

x|close