Ntvnews.id, Jakarta - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa sekitar 16 ribu sekolah telah direnovasi sepanjang tahun 2025 dengan total anggaran sekitar Rp17 triliun melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
"Di tahun 2025 saja, sudah ada sekitar 16.000 sekolah yang direnovasi. Datanya ada, fotonya ada, Anda bisa cek. Dengan total anggaran sekitar 17 triliun, diwadahi oleh Mendikdasmen," ujar Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.
Ia menjelaskan, langkah tersebut ditempuh untuk mempercepat penanganan persoalan sekolah rusak yang telah berlangsung lama.
Meski kewenangan pengelolaan SMA berada di tangan gubernur, serta SD dan SMP menjadi kewenangan bupati dan wali kota, pemerintah pusat melakukan intervensi pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto guna mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan.
"Jadi, SMA itu kewenangan gubernur, SD dan SMP itu kewenangan bupati dan wali kota. Tapi, zaman Bapak Presiden Prabowo, karena dari dulu sudah rusak dan bermasalah, tapi tidak tertanggulangi, kita renovasi," kata dia.
Selain perbaikan fisik sekolah, pemerintah juga memastikan kelanjutan berbagai program pendidikan dari periode sebelumnya. Program seperti Kartu Indonesia Pintar dan Program Indonesia Pintar tetap dijalankan.
Baca Juga: Tegaskan MBG Tak Pangkas Anggaran Pendidikan, Seskab Teddy Beberkan Faktanya
Pemerintah bahkan menambah program sekolah rakyat untuk menjangkau anak-anak yang tidak bersekolah, putus sekolah, atau belum pernah mengakses pendidikan formal. Dalam satu tahun terakhir, program itu menjangkau sekitar 16.000 hingga 22.000 siswa di 166 sekolah, dan pada tahun ini direncanakan pembangunan tambahan 100 sekolah baru.
Di sektor pembelajaran digital, pemerintah mendistribusikan 280.000 unit televisi digital ke 280.000 sekolah sepanjang 2025 dan menargetkan peningkatan jumlah pada tahun berjalan.
"Belum lagi nanti ada sekolah Garuda, ada sekolah terintegrasi, ada pembangunan kampus-kampus baru yang Pak Presiden ingin buat, sedang berjalan," ujarnya.
Untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, pemerintah menaikkan insentif guru honorer menjadi Rp400 ribu, yang disebut sebagai kenaikan pertama dalam 20 tahun terakhir.
Tunjangan guru non-ASN juga meningkat dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Mekanisme penyaluran tunjangan pun diubah, dari sebelumnya ditransfer ke daerah setiap tiga bulan, kini langsung disalurkan ke guru setiap bulan sesuai instruksi Presiden.
Baca Juga: Infografik: 16 Ribu Lebih Unit Sekolah Direvitalisasi
"Jadi, saya mau sampaikan, tidak ada program yang tidak dilanjutkan. Semua program berjalan dan bahkan ditambah," kata Seskab.
Terkait isu pemangkasan anggaran pendidikan akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Teddy menegaskan bahwa anggaran pendidikan untuk 2026 telah disepakati bersama DPR dan pemerintah pada tahun sebelumnya, termasuk alokasi peruntukannya.
Ia memastikan tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang dihentikan.
"Tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Tidak ada program dari periode sebelumnya yang dihentikan. Semuanya berjalan. Semuanya berjalan, bahkan ditambah," tegas Teddy.
(Sumber: Antara)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026. ANTARA/Mentari Dwi Gayati. (Antara)