Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan kesiapan memperkuat sinergi dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) guna mewujudkan program hunian layak dan terjangkau bagi pekerja/buruh.
Menurut Yassierli, Kementerian Ketenagakerjaan siap membantu memetakan kebutuhan program secara komprehensif, mulai dari besaran kebutuhan, grand design, lokasi, hingga preferensi hunian para pekerja.
Ia juga menyebut bahwa pada tahun lalu Kemnaker telah mendukung pelaksanaan sosialisasi BP Tapera di 10 titik.
Menaker menilai masih terdapat potensi yang dapat terus dioptimalkan.
Baca Juga: Menaker Yassierli Ngaku Sering Ditanya Publik: Pak Menteri Mana 19 Juta Lapangan Kerja
Karena itu, ia mendorong BP Tapera memperluas kemitraan dengan berbagai pihak agar harapan buruh terhadap kepemilikan rumah dapat terwujud secara nyata.
Berdasarkan capaian 2025, segmen pekerja/buruh tercatat sebagai kelompok peserta terbesar dalam program BP Tapera.
Meski demikian, Yassierli tetap mengimbau pekerja yang belum memanfaatkan program tersebut agar mengoptimalkan kepesertaannya.
Baca Juga: Danantara Rampungkan 1.398 Unit Huntara untuk Korban Bencana di Sumatera
Upaya penguatan program ini juga dibahas dalam Rapat Komite pelaksanaan program dan kegiatan BP Tapera Tahun 2026.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Pejabat Sementara Ketua dan Wakil Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, serta pimpinan BP Tapera.
(Sumber: Antara)
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli (kanan) dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam Rapat Komite terkait pelaksanaan program dan kegiatan BP Tapera Tahun 2026 di Jakarta, Kamis 26 Februari 2026. ANTARA/HO-Kemnaker RI. (Antara)