A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Demo Mabes Polri: Mahasiswa Nyaris Bentrok dengan Pendemo Pro Polisi - Ntvnews.id

Demo Mabes Polri: Mahasiswa Nyaris Bentrok dengan Pendemo Pro Polisi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Feb 2026, 17:51
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Massa pendukung polisi di Mabes Polri. Massa pendukung polisi di Mabes Polri. (NTVNews.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Mahasiswa pendemo di sekitar Gedung Mabes Polri, Jakarta nyaris bentrok. Bentrokan hampir terjadi antara massa pendukung dan kontra dengan Polri.

Mulanya, massa dari mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menghampiri para pengunjuk rasa yang mendukung Polri. Mereka berasal dari Aliansi Mahasiswa Pendukung Kepolisian.

Massa yang mengenakan jaket almamater berbagai warga tersebut hadir lebih dahulu dibanding dari para mahasiswa dari UI. Mahasiswa dari UI lantas mengusir massa yang pro Polri.

"Pergi lu! Ada anak 15 tahun tewas (di tangan oknum Brimob) juga," kata sejumlah mahasiswa UI kepada massa pro Polri, Jumat, 27 Februari 2026.

Selain massa, mobil komando dan orator pendukung Polri di atasnya, juga diminta pergi oleh para mahasiswa UI.

"Cabut lu! Sini kalau berani turun!" kata mahasiswa UI.

Baik massa maupun mobil komando memilih berlalu. Mereka menjauhi massa mahasiswa UI yang terus bertambah jumlahnya.

Sebelumnya, para mahasiswa sudah memenuhi kawasan Markas Besar (Mabes) Polri, Jumat, 27 Februari 2026 sore. Mereka hadir guna menyikapi peristiwa tewasnya siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Maluku Tenggara, Arianto Tawakal, di tangan oknum Brimob yang kini telah dipecat, Bripda Mesias Siahaya.

Mahasiswa ini hadir dari berbagai perguruan tinggi. Antara lain dari Universitas Indonesia, UPN Veteran, Politeknik Negeri Jakarta, hingga Universitas Negeri Jakarta. Selain itu, terdapat elemen lainnya yang juga berunjuk rasa, mengkritisi Polri.

Jumlah pendemo diperkirakan ratusan hingga mencapai ribuan orang. Akibat dari adanya aksi unjuk rasa ini, kemacetan arus lalu-lintas terjadi di sekitar lokasi.

Massa sempat berkumpul di depan Gedung Baharkam Polri, sebelum akhirnya ke depan Bareskrim atau gedung utama Mabes Polri.

Adapun sejumlah tuntutan disuarakan massa mahasiswa. Selain menghukum berat Mesias, mereka juga menuntut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dicopot dari jabatannya. Mahasiswa juga menuntut reformasi kultural Polri dilaksanakan.

"Polisi pembunuh! Polisi pembunuh!" kata orator yang diikuti massa aksi.

Hingga berita ini dibuat, pukul 17.42 WIB, unjuk rasa masih terus berlangsung.

x|close