A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Tasya Kamila Minta Maaf Gegara Laporan Kontribusi Belum Sesuai Ekspektasi Semua Pihak - Ntvnews.id

Tasya Kamila Minta Maaf Gegara Laporan Kontribusi Belum Sesuai Ekspektasi Semua Pihak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Feb 2026, 16:02
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Tasya Kamila dan Randi Bachtiar Tasya Kamila dan Randi Bachtiar (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Nama Tasya Kamila kembali menjadi perbincangan publik setelah unggahannya mengenai laporan kontribusi sebagai penerima beasiswa LPDP menuai pro dan kontra. Sorotan terutama tertuju pada respons Tasya yang secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada warganet yang merasa kontribusinya belum sebanding dengan dana pendidikan yang diterima.

Sebelumnya, Tasya membagikan unggahan bertajuk Laporan Kontribusi Tasya Kamila bagi Indonesia sebagai Alumni Awardee LPDP. Dalam unggahan tersebut, ia memaparkan berbagai bentuk pengabdian dan peran yang dijalankannya usai menyelesaikan studi magister di Columbia University melalui beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yang dananya berasal dari anggaran negara.

Alih-alih hanya menuai apresiasi, unggahan itu justru memicu perdebatan. Sejumlah warganet memberikan dukungan, tetapi tak sedikit pula yang melontarkan kritik tajam terhadap dampak nyata kontribusi yang dipaparkan Tasya.

Salah satu kritik datang dari akun @houseofvya yang mempertanyakan besarnya dampak dibandingkan dengan biaya pendidikan yang telah dikeluarkan negara.

"Mbak kok impact-nya nggak sebesar dana yang dikeluarkan ya? Ini lebih mirip prokeran BEM/kantor, program CSR perusahaan, atau kegiatan ibu-ibu di lingkungan," tulis akun tersebut.

Baca Juga: Kepala BGN Tekankan Pesan Prabowo pada Pelaksanaan MBG: Merah Putih di Dada dan Anti Korupsi!

Menanggapi komentar itu, Tasya memilih merespons dengan nada reflektif dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Ia mengakui bahwa kontribusinya mungkin belum memenuhi harapan semua pihak.

"Huhu maaf ya aku belom bisa penuhin ekspektasi kamu sebagai penerima beasiswa. Alhamdulillah baik LPDP maupun orang-orang yang terdampak lewat berbagai gerakanku berkenan," balas Tasya Kamila.

"Tapi aku sadar memang aku nggak bisa memenuhi ekspektasi dan menyenangkan hati semua orang," sambungnya.

Dalam penjelasannya, Tasya tak menampik bahwa komentar tersebut membuatnya merasa sedih. Ia menilai upaya yang selama ini dijalankannya melalui gerakan berbasis komunitas atau akar rumput merupakan implementasi langsung dari ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan.

"Jujur aku sedih karena usahaku, gerakan akar rumput untuk lingkungan dibilang gak berdampak. Aku mempraktikkan keilmuan yang aku dapat di Columbia University, soal bagaimana kebijakan publik bisa efektif dijalankan melalui gerakan akar rumput dan bagaimana publik juga bisa mendorong kebijakan," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ketika dirinya mulai berkuliah pada 2016, isu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tengah menjadi prioritas nasional, sehingga bidang studi yang diambilnya termasuk yang didorong untuk didukung oleh LPDP.

Baca Juga: PBB: 7.667 Migran Meninggal atau Hilang Sepanjang 2025

"Kebetulan di tahun 2016, isu SDGs menjadi salah satu prioritas sehingga jurusan kuliahku menjadi salah satu yang diprioritaskan LPDP," tambah ibu dua anak tersebut.

Tasya menegaskan bahwa gerakan akar rumput memang bukan sesuatu yang eksklusif hanya bagi lulusan luar negeri. Siapa pun, menurutnya, dapat dan seharusnya terlibat. Namun, ia menilai tetap dibutuhkan sosok penggerak yang bersedia menjadi penginisiasi dan penghubung.

"Gerakan-gerakan ini memang bisa dan justru HARUS dikerjakan siapa saja, tapi tetap harus ada yang mau jadi inisiator, amplifier, dan memberikan wadah untuk mengerjakannya," ujarnya.

"Harus pula ada yang menjembatani antara policymaker dan publik agar pesan tersampaikan sehingga kita tahu apa yang harus dilakukan dan tujuan lingkungan terwujud," lanjutnya.

Lebih lanjut, Tasya menekankan bahwa kontribusi yang dijalankannya tidak dilakukan seorang diri. Ia mengaku menggandeng berbagai pihak, mulai dari kementerian, organisasi nonpemerintah (NGO), institusi pendidikan, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), guna memperluas jangkauan dampak yang dihasilkan.

Baca Juga: Truk Tronton Oleng Tabrak Rumah Warga di Magelang, Supir Meninggal

Selain aspek sosial, Tasya juga menyinggung kontribusi dalam bentuk finansial. Ia menyatakan bahwa melalui pekerjaannya di industri kreatif, dirinya turut memberikan pemasukan kepada negara lewat pajak.

"Kak, kalau mau ngomongin monetary impact, Alhamdulillah dari rezekiku dalam pekerjaanku di industri kreatif juga sudah berkontribusi untuk pajak. Kalau dihitung sejak aku lulus, pajak yang management-ku setorkan Insya Allah udah bisa nutup itu uang sekolahku," katanya.

Di akhir pernyataannya, Tasya menegaskan komitmennya untuk terus memberi dampak positif, sembari menyadari bahwa perjalanannya masih panjang.

"Insya Allah aku masih ada semangat untuk terus berdampak baik di tiap pekerjaan yang aku jalani. Ini baru sebagian dari perjalananku," tutupnya.

x|close