Powerbank Meledak di Pangkuan Penumpang, Pesawat Lakukan Pedaratan Darurat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Feb 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi power bank Ilustrasi power bank ((Antara) )

Ntvnews.id, Washington D.C - Sebuah insiden ledakan terjadi di dalam penerbangan Alaska Airlines akibat sebuah smartphone yang sedang diisi daya menggunakan powerbank.

Peristiwa tersebut berlangsung pada Minggu, 22 Februari 2026 lalu dalam penerbangan Alaska Airlines 2117. Pesawat yang digunakan merupakan jet Embraer 175 dengan rute dari Wichita Dwight D. Eisenhower National Airport (ICT) menuju Seattle-Tacoma International Airport di negara bagian Washington, berdasarkan data FlightAware.

Salah satu penumpang, Leana Stickler, mengatakan kepada media lokal KAKE bahwa seorang perempuan tengah mengisi daya ponselnya menggunakan baterai lithium-ion sebelum insiden terjadi.

"Saya berada tepat di sebelahnya, dan baterai itu hanya diletakkan di pangkuannya, tidak dimainkan, tidak disentuh, dan tiba-tiba meledak," kata Stickler seperti dikutip dari People, Jumat, 27 Februari 2026.

Baca Juga: Tegang dengan Iran, 150 Pesawat Tempur AS Siaga di Eropa dan Timur Tengah

Api kemudian menyambar lengan dan kaki perempuan tersebut sebelum perangkatnya terlempar ke lorong pesawat.

"Seseorang melemparkan handuk ke atasnya, dan saya menginjaknya dengan sepatu saya," tambahnya.

Penumpang lain, Tracy Soom, menyebutkan bahwa pesawat baru mengudara sekitar 15 menit ketika kebakaran terjadi.

"Para pramugari berlari kembali dengan alat pemadam api dan memadamkannya," kata Soom.

ilustrasi pesawat. <b>(Pixabay)</b> ilustrasi pesawat. (Pixabay)

Ia menggambarkan asap yang muncul sangat pekat hingga membuatnya kesulitan bernapas. Dalam keterangan resmi, juru bicara Otoritas Bandara Wichita membenarkan bahwa baterai eksternal milik penumpang terbakar saat pesawat masih di udara.

"Pesawat mendarat dengan selamat di ICT, di mana personel Airport Emergency Response & Operations (AERO) mengevaluasi tiga orang dan membawa salah satu dari mereka ke rumah sakit setempat untuk perawatan lebih lanjut," kata pernyataan itu.

Baca Juga: Infografik: Kronologi Kecelakaan Pesawat Kargo Pelita Air di Krayan

Alaska Airlines juga mengonfirmasi bahwa penumpang yang perangkatnya mengalami panas berlebih mendapatkan penanganan medis setibanya di gerbang kedatangan. Maskapai menambahkan bahwa ponsel dan powerbank tersebut diamankan dalam kantong khusus sebelum pesawat mendarat.

"Para tamu kami tiba di Seattle dengan penerbangan berikutnya. Kami menghargai kesabaran mereka," kata perwakilan Alaska.

Menurut data yang dihimpun oleh Federal Aviation Administration, sepanjang 2025 tercatat 95 insiden baterai lithium terverifikasi di penerbangan yang melibatkan asap, api, atau panas ekstrem. Jumlah ini meningkat dibandingkan 89 kasus pada tahun sebelumnya. Hingga 15 Februari 2026, sudah terdapat lima insiden serupa yang terkonfirmasi.

x|close