Ntvnews.id, Havana - Empat orang tewas ditembak dan enam lainnya mengalami luka-luka oleh pasukan penjaga perbatasan Kuba ketika mereka memasuki perairan negara itu dengan sebuah speedboat yang terdaftar di Amerika Serikat, menurut pernyataan dari kementerian dalam negeri setempat.
Dilansir dari Xinhua, Jumat, 27 Februari 2026, Kementerian menyatakan bahwa perahu cepat dengan nomor registrasi Florida AS FL7726SH terdeteksi berlayar secara ilegal sekitar satu mil laut di timur laut kanal El Pino, di utara Corralillo, sebuah kota di Provinsi Villa Clara di Kuba tengah. Ketika unit permukaan penjaga perbatasan mendekati untuk mengidentifikasi kapal tersebut, penumpang di atasnya melepaskan tembakan dan melukai seorang komandan Kuba. Pasukan Kuba kemudian membalas tembakan.
Pemerintah Kuba menegaskan kembali komitmennya untuk menjaga perairan teritorialnya, menyebut pertahanan nasional sebagai pilar kedaulatan dan stabilitas regional.
Menanggapi peristiwa ini, Marco Rubio, Menlu Amerika Serikat, menyatakan bahwa AS sedang menyelidiki penembakan tersebut, namun sejauh ini masih bergantung pada informasi dari pemerintah Kuba.
Baca Juga: Menhub Tutup 11 Bandara Perintis Papua Usai Penembakan Pilot
"Setelah kami menghimpun lebih banyak informasi, kami akan siap untuk merespons secara tepat," ujarnya. Ketika ditanya apakah insiden ini melibatkan personel pemerintah AS atau merupakan operasi pemerintah, Rubio menjawab, "Tidak."
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Kuba. Pada Januari lalu, setelah pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, Washington mengambil alih kendali ekspor minyak Venezuela dan memblokir pengiriman ke Kuba, serta mengancam akan mengenakan tarif pada barang-barang dari negara-negara yang memasok minyak ke pulau tersebut, memperdalam krisis ekonomi Kuba.
Selain itu, Office of Foreign Assets Control di bawah Departemen Keuangan AS pada Rabu mengatakan bahwa pihaknya akan mengizinkan penjualan kembali minyak asal Venezuela ke sektor nonpemerintah di Kuba, meskipun pasokan itu diperkirakan masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan negara tersebut.
Ilustrasi penembakan/pistol/senjata api (Pixabay)