Bukan Dibatasi! Alfamart–Indomaret Justru Diajak Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Feb 2026, 14:45
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso buka suara terkait merespons wacana pembatasan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart di engah penguatan Koperasi Desa Merah Putih. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso buka suara terkait merespons wacana pembatasan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart di engah penguatan Koperasi Desa Merah Putih. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso buka suara terkait merespons wacana pembatasan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart di tengah penguatan Koperasi Desa Merah Putih.

Dalam hal ini, ia menekankan bahwa Kopdes Merah Putih bukan ancaman bagi ritel modern. Hal ini ditegaskan Budi usai bertemu dengan Menteri Desa PDT Yandri Santoso terkait wacana pengaturan ekspansi ritel modern.

"Sudah kemarin (bertemu). Jadi gini, koperasi desa itu kan memang tujuannya adalah untuk memperdayakan ekonomi di desa," ucap Budi Santoso, Kamis 26 Februari 2026.

"Jadi koperasi desa atau koperasi desa yang sudah ada di daerah-daerah itu sebenarnya ingin lebih dekat distribusinya kepada para konsumen yang ada di desa," lanjutnya.

Baca juga: DPR Bantah Setuju Penutupan Alfamart-Indomaret: Kita Jaga Stabilitas Ekonomi

Lebih lanjut, ia menlai keberadaan koperasi desa justru membuka peluang kolaborasi dengan ritel modern. Menurutnya melalui skema tersebut produk dari minimarket maupun distributor dapat dipasarkan lewat koperasi desa.

"Ini sebenarnya kesempatan bagus untuk saling kolaborasi dengan minimarket, dengan distributor, untuk menyalurkan produknya melalui koperasi desa," lanjutnya.

Dirinya mencontohkan pola kemitraan antara ritel modern dan toko kelontong yang hingga kini masih mendapatkan pasokan barang dari jaringan distribusi ritel besar. Sehingga KDMP dipandang sebagai bentuk kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta.

"Koperasi desa ini, praktek kolaborasi atau kemitraan ini kan juga pernah dan sering dilakukan, sampai sekarang masih berlaku dengan toko kelontong. Toko kelontong itu kan banyak disuplai dari retail modern, dari para distributor," bebernya.

Ia juga menjelaskan sejumlah keunggulan koperasi desa, yaitu selain dapat beroperasi layaknya minimarket dengan ragam produk yang lebih luas, koperasi ini juga berpotensi menyediakan kebutuhan pertanian seperti pupuk dan obat-obatan.

"Dia bisa berfungsi sebagai minimarket dengan variasi produk yang lebih banyak. Misalnya kalau kita lihat, KDMP itu kan banyak juga yang menjual alat-alat pertanian, ada pupuk juga, ada obat-obatan," ungkap Budi Santoso.

"Nah, terus yang kedua, KDMP juga bisa berfungsi sebagai apotek, sebagai klinik, dan juga salah satu sebagai eksporter," tandasnya.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menerima audiensi delegasi 15 CEO perusahaan inovasi energi dan teknologi asal Inggris di Kantor Kemendes, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026. ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT. <b>(Antara)</b> Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menerima audiensi delegasi 15 CEO perusahaan inovasi energi dan teknologi asal Inggris di Kantor Kemendes, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026. ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT. (Antara)

Baca juga: DPR Dukung Alfamart-Indomaret Disetop, Demi Koperasi Desa

Sebelumnya, Menteri Desa PDT Yandri Susanto berencana menyetop operasional minimarket seperti Indomaret dan Alfamart. Ini bakal dilakukan, apabila Kopde Merah Putih sudah beroperasi luas di desa.

Yandri mengatakan, jumlah gerai minimarket yang mencapai puluhan ribu, membuat persaingan usaha di desa tak seimbang dengan koperasi milik masyarakat.

Atas itu, kata dia, pembangunan Kopdes takkan efektif apabila minimarket tetap bebas berkembang di wilayah desa.

Menurutnya pemerintah perlu memberi ruang usaha lebih besar bagi koperasi desa agar ekonomi masyarakat lokal dapat tumbuh.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendukung penuh penguatan Kopdes atau BUMDes sebagai pilar ekonomi desa. 

Menurut dia, desa seharusnya didominasi usaha milik masyarakat seperti koperasi atau badan usaha milik desa, bukan jaringan ritel besar.

"Dominasi lah desa itu dengan Kopdes atau BUMDes, kita dukung sepenuhnya Pak Menteri," ujar Lasarus, Senin, 23 Februari 2026.

Baca juga: Keributan Alfamart Cibiru Berujung Maut, Pelaku Tantang Polisi hingga Aniaya Warga

Kendati demikian, Lasarus meminta Kementerian Desa menyiapkan peta jalan (roadmap) untuk mengendalikan dominasi minimarket di desa.

Lasarus mengingatkan, kebijakan itu tak mudah karena akan berhadapan dengan kepentingan bisnis ritel modern.

"Tentu tantangannya tidak ringan. Harus ada roadmap bagaimana pemerintah menghentikan dominasi Indomaret dan Alfamart," jelas politikus PDIP. 

Lasarus memastikan, DPR siap mendukung upaya pemerintah selama bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat desa.

x|close