Ntvnews.id, Jakarta - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dikabarkan telah dipindahkan ke luar Teheran di tengah serangan militer Israel pada Sabtu siang, 28 Februari 2026.
Menurut laporan seorang pejabat Iran menyebutkan jika Khamenei telah dipindahkan ke tempat yang aman sebelum ledakan itu terjadi. Hal itu dikonfirmasi setelah terjadinya ledakan dahsyat di dekat kantor Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam hal ini, Media Iran melaporkan bahwa sejumlah serangan menargetkan Direktorat Intelijen Garda Revolusi Iran (IRGC) serta beberapa titik di pusat ibu kota. Sebagai respons, Iran menutup wilayah udaranya.
Baca juga: Habis Serang Iran, Israel Langsung Umumkan Status Darurat
Dalam laporan berita Islamic Republic of Iran News Network (IRINN), menayangkan wawancara dengan para pendukung pemerintah Iran yang menentang intervensi asing.
Militer Israel menyatakan telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran. Seorang juru bicara militer Israel mengatakan bahwa negaranya telah "meluncurkan serangan pendahuluan terhadap Iran untuk menghilangkan ancaman terhadap Negara Israel”.
Isrel serang Iran (Reuters)
Israel juga mengumumkan status darurat nasional dan menutup wilayah udaranya, untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan berupa drone dan rudal dari Iran.
"Ini adalah peringatan proaktif untuk mempersiapkan publik terhadap kemungkinan rudal yang diluncurkan ke arah Negara Israel,” kata militer Israel 28 Februari 2026.
Sebelumnya, seorang pejabat keamanan Israel membeberkan kepada Reuters bahwa operasi Shield of Judah telah direncanakan selama berbulan-bulan, dengan waktu pelaksanaan ditetapkan beberapa minggu lalu.
“menghilangkan ancaman terhadap garis depan domestik Israel, dengan penekanan pada peluncur rudal dan pangkalan kendaraan udara tak berawak" ungkapnya.
Lebih lanjut, sejumlah media AS dan Israel melaporkan bahwa serangan tersebut dikoordinasikan dengan militer Amerika Serikat. Serangan terjadi beberapa jam setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya “tidak senang” dengan perkembangan terbaru perundingan terkait program nuklir Iran.
Arsip foto - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)