Dokter Bagikan Tips Jaga Kesehatan Ginjal Selama Puasa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Feb 2026, 03:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi sajian berbuka puasa (ANTARA/freepik.com) Ilustrasi sajian berbuka puasa (ANTARA/freepik.com) (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal-hipertensi lulusan Universitas Hassanudin dr. Dina Nilasari, Ph.D, Sp.PD, KGH membagikan sejumlah kiat menjaga kesehatan ginjal selama menjalankan ibadah puasa.

“Menjaga kesehatan ginjal selama bulan puasa itu dengan minum yang cukup. Tentunya pada saat sahur dan berbuka tidak boleh kita melewatkannya ya,” kata Dina saat ditemui ANTARA di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan cairan harian sebanyak dua liter atau setara delapan gelas per hari.

Asupan cairan yang cukup dinilai krusial untuk mencegah dehidrasi selama berpuasa.

Baca Juga: Pola dan Porsi Makan Saat Puasa Tentukan Kondisi Kesehatan

Selain air putih, kebutuhan cairan juga bisa dipenuhi melalui konsumsi buah utuh seperti pisang atau jus buah yang masih mengandung serat saat berbuka.

Menurutnya, jus dengan serat membantu penyerapan gula berlangsung lebih perlahan di dalam tubuh.

“Jus usahakan jangan yang hanya air saja tapi dengan ampasnya. Karena yang hanya air saja itu juga gula, sama saja dengan kita meminum gula,” katanya.

Dina menyarankan agar jus dibuat sendiri di rumah supaya kebersihan dan kandungan gizinya lebih terjamin.

Ia juga mengingatkan agar tidak menambahkan gula dalam minuman tersebut.

“Tapi memakai jenis seperti Stevia boleh karena itu natural, yang tidak oke adalah yang gula buatan seperti sakarin. Itu dianggap penelitian bisa menyebabkan kanker, jadi mungkin kita harus hindari itu,” tambahnya.

Baca Juga: 10 Manfaat Menakjubkan Minum Air Putih untuk Kesehatan Anda

Ia juga mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh promosi minuman jus kemasan yang mengklaim tanpa tambahan gula, karena belum tentu sesuai dengan prinsip minuman sehat.

Saat sahur, Dina merekomendasikan untuk menghindari minuman berkafein seperti kopi dan teh.

Kandungan kafein dapat memicu diuresis, yaitu peningkatan produksi dan pengeluaran urine oleh ginjal, sehingga frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering dan volume urine meningkat. Kondisi ini berisiko memperbesar kemungkinan terjadinya dehidrasi selama berpuasa.

Selain menjaga kecukupan cairan, masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah yang kaya mineral serta serat. Ia juga menyarankan untuk membatasi makanan manis, bertepung, dan gorengan saat berbuka maupun sahur.

“Tapi kalau misalnya kurma itu dimakan sampai tiga butir itu masih tidak ada masalah,” ucap dia.

(Sumber: Antara)

x|close